Sumber Foto : IT RS Bagian Media Humas dan Dokumentasi
SEPUTAR TASK ID BPJS
Definisi Task ID
Task ID adalah serangkaian “tahapan” (step) atau checkpoint dalam proses pelayanan pasien BPJS di rumah sakit. Di sistem seperti Trustmedis (HIS / sistem rekam medis), terdapat 7 jenis Task ID yang dipakai untuk mencatat waktu (timestamp) dari momen-momen penting pelayanan pasien BPJS. Contoh Task ID, gak yakni pengambilan nomor antrian, pendaftaran rawat jalan, pemanggilan poli, cetak resep, hingga klik “selesai” di apotek.
Cara mencatat dan mengupdate Task ID
Sistem faskes (misalnya HIS) akan mencatat waktu setiap task ID sesuai alur pelayanan. Jika ada kesalahan atau butuh koreksi (misalnya waktu salah tercatat), Task ID dapat di-update secara manual lewat menu Integrasi → JKN Mobile → Update Task ID.
Selain itu ada pula fitur untuk melihat log Task ID (riwayat waktu tiap task) dalam bentuk laporan (excel atau cetak) untuk monitoring & audit.
Apakah Task ID BPJS itu penting ?
Task ID itu penting sekali, karena beberapa alasan berikut ini :
Transparansi & Audit
Dengan adanya Task ID, rumah sakit atau faskes dapat merekam dan juga melaporkan “waktu real” pelayanan pasien BPJS dalam setiap langkahnya. Hal Ini membuat alurnya menjadi lebih transparan. Dengan begitu memungkinkan pihak manajemen rumah sakit atau BPJS dapat melihat apakah pelayanan berjalan efisien atau ada bottleneck (titik hambatan).
Kepatuhan terhadap Standar BPJS
Ada standar waktu tunggu yang ditetapkan dalam sistem BPJS (misalnya rata-rata tunggu antar Task ID tidak boleh melebihi jam tertentu).
Jika waktu pelayanan terlalu lama itu dapat menyebabkan permasalahan pada indikator operasional (antrian, manajemen poli, farmasi, dll).
Integrasi Sistem
Task ID membantu sinkronisasi data antara sistem rumah sakit (HIS, antrian, apotek) dengan sistem BPJS (Mobile JKN / vClaim), karena setiap momen pelayanan dicatat dan bisa dikirim (bridging).
Jika sistem bridging bermasalah (misalnya kegagalan pengiriman data Task ID ke BPJS), bisa di-resend manual.
Evaluasi Kinerja Faskes
Data Task ID bisa dipakai untuk mengevaluasi efisiensi pelayanan: misalnya, berapa lama pasien menunggu antara antrian hingga pemeriksaan, atau dari resep hingga pengambilan obat.
Dengan laporan log Task ID (riwayat waktu), manajemen rumah sakit bisa analisis performa tiap unit (poli, loket, apotek), lalu melakukan perbaikan.
Risiko Jika Task ID Tidak Dikelola dengan Baik
Jika Task ID tidak dicatat dengan akurat → data waktu pelayanan ke BPJS bisa “berantakan”, yang bisa mempengaruhi laporan bridging, audit BPJS, dan evaluasi kinerja rumah sakit.
Tanpa Task ID yang jelas, sulit untuk mengukur efisiensi pelayanan BPJS di rumah sakit.
Risiko kegagalan integrasi data (bridging) → misalnya data pelayanan tidak sampai ke sistem BPJS, atau laporan waktu “pelayanan” tidak lengkap.
